Bekatul

Bekatul yang lebih dikenal dengan sebutan tumbukan gabah yang berasal dari kulit ari beras. Atau dengan kata lain bekatul disebut sebagai limbah dari hasil penggiligan padi. Bekatul yang pada umumnya digunakan sebagai pangan ternak yang juga dinilai memiliki nilai ekonomi yang rendah.

Sebenarnya bekatul (Rice Brain) sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia karena bekatul mengandung nilai gizi yang cukup baik yang dibutuhkan tubuh seperti protein, mineral, lemak tak jenuh, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B15) dan serta pencernaan (dietery fibers).

Bekatul sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di pedesaan, umumnya penduduk desa terbiasa mengkonsumsi beras tumbuk yang masih mengandung 50 % bekatul. Bekatul dapat dijadikan sebagai menu tambahan yang sehat karena mengandung banyak nilai gizi dan vitamin. Maka tak heran bila banyak penduduk desa masih mampu mencangkul meski usia tak muda lagi dan menurut banyak pendapat bahwa umumnya orang desa jarang terserang penyakit degeneratif seperti kolesterol, darah tinggi atau jantung.

Bagian dalam bekatul yang berasal dari kulit ari beras

Nilai gizi dan vitamin yang paling tinggi yang dimiliki bekatul adalah vitamin B15 atau yang disebut juga sebagai Asam pangan (Pangamic Acid) yang memiliki kemampuan dalam mengotpimalkan kerja dari fungsi organ tubuh manusia. Vitamin B15 yang ditemukan oleh Dr. Krebs Junior, beliau adalah seorang ahli biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat ditahun 1952. Vitamin B15 dapat digunakan untuk mengobati penyakit seperti kencing manis (diabetes mellitus), hipertensi, asma (bengek), kolesterol, gangguan aliran dalam pembuluh darah pada jantung (Coronair Insuffsiency) serta penyakit hati.

Bekatul yang diteliti oleh dr. Liem, beliau adalah seorang Purnawirawan TNI pada tahun 1960-an. Kemudian beliau mencoba mengkonsumsi bekatul yang dicampur dengan susu atau teh. Setelah melakukan percobaan dengan mengkonsumsi bekatul sendiri, belaiu mulai merasakan perubahan dalam dirinya, tubuhnya lebih terasa fit dan tidak mudah lelah jika melakukan latihan fifik ketentaraan. Tak hanya itu rasa sembelit atau kesulitan buang air besar pun menjadi lancar. dr. Liem pun menjamin dengan mengkonsumsi bekatul 30 gram dalam sehari tidak akan menimbulkan efek samping negatif pada tubuh. dr. Liem menyarankan untuk dapat menikamti bekatul yang digunakan seperti sereal tanpa rasa enek dapat dicampur dengan susu, air gula dari kelapa, teh dan roti, atau dapat diolah menjadi panganan ringan yang dicampur dengan tepung terigu kemudian dibuat biskuit atau cake.

Asal Usul Bekatul

Bekatul secara anatomi merupakan lapisan aleuron dan sebagian perikarp yang terikut. Aleuron adalah lapisan sel terluar yang kaya gizi dari endospermium, sementara perikrap adalah bagian terdalam dari sekam. Bekatul padi dapat dilihat pada beras yang diperoleh dari hasil penumbukan. Proses pemisahan bekatul dari bagian beras lainnya dikenal sebagai penyosohan (polishing) untuk memperpanjang masa penyimpanan beras, sekaligus memutihkannya.

Kandungan gizi bekatul dikenal luas sejak ditemukannya vitamin B1 (tiamin) dari beras yang belum disosoh, yang bila dikonsumsi terbukti menekan frekuensi penyakit beri-beri oleh Dr. Eijkman. Kandungan gizi lainnya adalah serat pangan, pati, protein, serta mineral.


=====================================

>>> Manfaat, Khasiat dan Kandungan Bekatul (Rice Bran) Untuk Pengobatan Penyakit Kencing Manis, Hipertensi, Kolesterol, Asma, Pengapuran Pembuluh Darah, Gangguan Pencernaan, dan lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Bekatul and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>